Minggu, 07 November 2010

PERAWAT jugaTENAGA KESEHATAN

 POLA HUBUNGAN  KERJA PERAWAT.

            Dalam melaksanakan tugasnya dengan baik dan professional, seorang perawat harus dapat bekerja sama dengan pihak – pihak lain yang berkaitan dengan tugasnya untuk memberikan pelayanan yang baik pada individu, keluarga, kelompok, maupun masyarakat.  
A. HUBUNGAN KERJA PERAWAT DENGAN KLIEN /PASIEN
            Klien / pasien adalah focus dari upaya asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat  , sebagai salah satu komponen  tenaga kesehatan . Dasar hubungan antara perawat dan pasien adalah hubungan yang saling menguntungkan  ( mutual humanity ). Perawat mempunyai hak dan kewajiban untuk melaksanakan asuhan keperawatan seoptimal mungkin dengan pendekatan bio, psiko,social dan spiritual sesuai dengan kebutuhan pasien .
            Hubungan yang baik anatara perawat dengan pasien / klien akan terjadi bila ;
1.  terdapat rasa saling percaya antara perawat dengan pasien
2. perawat benar – benar memahami tentang hak – hak pasien dan harus melindungi hak tersebut, salah satunya adalah hak untuk menjaga privasi pasien / klien .
3.   perawat harus sensitive terhadap perubahan – perubahan yang mungkin terjadi pada pribadi pasien yang disebabkan oleh penyakiy yang dideritanya, antara lain kelemahan fisik dan ketidakberdayaan dalam menentukan sikap atau pilihan sehingga tidak dapat menggunakan hak dan kewajibannya dengan baik .
4.   perawat harus memahami keberadaan pasien atau klien sehingga dapat bersikap sabar dan tetap memperhatikan pertimbangan etis dan moral .
5.   dapat bertanggung jawan dan bertanggung gugat atas segala resiko yang mungkin timbul selama pasien dalam perawatannya
6.   perawat sedapat mungkin  berusaha untuk menghindari konflik antara nilai – nilai pribadinya dengan nilai – nilai pribadi pasien / klien dengan cara membina hubungan yang baik antara pasien / klien , keluarga dan teman sejawat serta dokter untuk kepentingan pasien.
 B. HUBUNGAN KERJA PERAWAT DENGAN SEJAWAT.

            Sebagai anggota  profesi keperawatan, perawat harus dapat bekerja sama dengan teman sesame perawat demi meningkatkan mutu pelayanan keperawatan terhadap pasien / klien. Perawat  dalam menjalankan tugasnya  harus dapat mebina hubungan baik dengan sesame perawat yang ada dilingkungan kerjanya. Dalam membina hubungan tersebut, sesame perawat harus terdapat rasa saling menghargai dan tenggang rasa yang tinggi agar tidak terjebak dalam sikap saling curiga dan benci .
            Tunjukkan selalu sikap memupuk rasa persaudaraan dengan silih asuh, silih asih, dan silih asah .
1.   silih asuh dimaksudkan bahwa sesama perawat dapat saling membimbing, menasehati, menghormati, dan mengingatkan bila sejawat melakukan kesalahan atau kekeliruan , sehingga terbina hubungan kerja yang serasi.
2.   silih asih dimaksudkan bahwa setiap perawat dalam menjalankan tugasnya dapat saling menghargai satu sama lain, saling kasih mengasihi sebagai sesama anggota profesi, saling bertenggang rasa dan bertoleransi yang tinggi sehingga tidak terpengaruh oleh hasutan yang  dapat membuat sikap  saling curiga dan benci
3.  silih asuh dimaksud bahwa perawat yang merasa lebih pandai/ tahu dalam hal ilmu pengetahuan, dapat membagi ilmu yang dimilikinya kepada rekan sesama  perawat tanpa pamrih.

C. HUBUNGAN KERJA PERAWAT DENGAN PROPESI YANG TERKAIT.

            Dalam melaksanakan tugasnya, perawat tidak dapat bekerja tanpa berkolaborasi dengan profesi lain. Profesi lain tersebut diantaranya adalah dokter, ahli gizi, tenaga laboratorium, tenaga rongent dan sebagainya. setiap tenaga profesi tersebut mempunyai tanggung jawab terhadap kesehatan pasien, hanya pendekatannya saja yang berbeda disesuaikan dengan profesinya masing – masing .
            Dalam menjalankan tugasnya, setiap profesi dituntut untuk mempertahankan kode etik profesi masing – masing. Kelancaran tugas masing – masing profesi tergantung dari ketaatannya dalam menjalankan dan mempertahankan kode etik profesinya.
            Bila setiap profesi  telah dapat saling menghargai, maka hubungan kerja sama akan dapat terjalin dengan baik, walaupun pada pelaksanaannya sering juga terjadi  konflik – konflik etis.

D. HUBUNGAN KERJA PERAWAT PADA TEMPAT PERAWAT BERKERJA.
            Seorang perawat yang telah menyelesaikan pendidikan, baik tingkat akademi maupun tingkat  sarjana, memerlukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya baik di bidang pengetahuan, keterampilan , maupun profesionalisme.
            Memperoleh pekerjaan yang benar – benar sesuai dengan kemampuan standar yang telah digariskan oleh pendidikan yang telah diikutinya sangatlah  sulit karena besarnya persaingan antara jumlah tenaga yang ada dengan sedikitnya jumlah lahan tempat bekerja. Oleh karena itu, banyak yang beranggap bahwa yang penting  bekerja dulu, sedangkan masalah penempatan kerja sesuai atau tidak , akan dipikirkan kemudian .
            Hal ini sangat berpengaruh terhadap motivasi untuk bekerja , bila pekerjaan yang diberikan sesuai dengan keinginan dan kemampuan, maka  motivasi kerja akan meningkat, tetapi bila pekerjaan yang didapatkan tidak sesuai dengan keinginan dan cita – cita, maka akan terjadi penurunan motivasi kerja yang menjurus terjadinya konflik antara nilai – nilai sebagai perawat dengan  kebijakan institusi tempat bekerja.
            Bila terjadi penumpukan konflik nilai  dalam pelaksanaan pekerjaan setiap hari, lambat laun akan terjadi  ;
1.  buruknya komunikai  antara perawat sebagai pekerja dengan institusi selaku pemberi kebijakan
2. tumbuhnya sifat masa bodoh terhadap tugas yang merupakan tanggung jawabnya.
3.   menurunnya kinerja
             Agar dapat terbina hubungan kerja yng baik antara perawat dengan institusi tempat bekerja, perlu diperhatikan hal – hal dibawah ini ;
1. perlu ditanamlam dalam diri perawat bahwa bekerja itu tidak sekadar mencari uang, tapi juga perlu hati yang ikhlas
2.   bekerja juga merupakan ibadah, yang berarti bahwa hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh – sungguh dan penuh rasa  tanggung jawab akan dapat memnuhi kebutuhan lahir maupun batin
3.   Tidak semua keinginan  individu perawat  akan pekerjaan dan tugasnya dapat terealisasi dengan baik  sesuai dengan nilai – nilai yang ia miliki.
4. upayakan untuk memperkecil terjadinya konflik nilai dalam melaksanakan tugas keperawatan dengan  menyesuaikan situasi dan kondisi tempat bekerja.
5.  menjalinkan kerjasama dengan baik dan dapat memberikan kepercayaan kepada pemberi kebijakan bahwa tugas dan tanggung jawab keperawatan selalu mengalami perubahan sesuai iptek .