Hari ini (27/10) Wapres Boediono didampingi Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, dan Menko Kesra H.R. Agung Laksono meninjau lokasi bencana tsunami di Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Pada kesempatan tersebut Menkes menyerahkan bantuan operasional Rp 100 juta, 3 ton obat-obatan, 10 ton makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) untuk Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Kab. Mentawai. Selain itu, Kemenkes juga mengirimkan 12 orang tim kesehatan dari PPK Sub Regional Sumatera Barat terdiri dari 1 dokter bedah, 2 residen bedah, 1 dokter anestesi, 1 perawat anestesi, 2 perawat gawat darurat, 1 dokter umum, 1 petugas gizi, 1 petugas surveilnas dan 2 petugas logistik. Bantuan lainnya berupa 3 box NaCl, 5 paket bidan kit, 2 kotak masker, 3 kotak handscoen, 500 kantong mayat, 50 dus MP ASI, serta obat-obatan terdiri dari obat anestesi, analgetik, antipiretik, vitamin, infus, baby kit, bahan habis pakai dan lain-lain.
Rencananya besok 28/10 akan dikirimkan lagi tambahan tim kesehatan dengan menggunakan kapal laut.
Tsunami Mentawai terjadi tanggal 25 Oktober 2010 pukul 21.52 paska gempa berkekuatan 7,2 SR, kedalaman 10 km dengan pusat gempa 78 km barat daya Pagai Selatan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Ketinggian air mencapai 1 – 2 meter. Data sampai 27 Oktober 2010 pukul 09.00 WIB, korban meninggal 103 orang, masing-masing di Kec. Pagai Selatan 20 orang ; Pagai Utara 58 orang ; Sipora Selatan 18 orang ; dan Sikakap 7 orang. Sedangkan korban hilang 150 orang.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Pusat Tanggap dan Respon Cepat (PTRC): 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.