Studi yang dipimpin oleh John Goddeeris bertutur, "Hasil analisis kami menunjukkan bahwa pada umumnya berat badan bayi yang rendah disebabkan kemampuan ekonomi orang tua mereka yang juga rendah," kata Goddeeris, profesor bidang ekonomi.
Tim ini pun memantau 149 orang yang ketika bayi memiliki berat badan rendah dan 133 orang yang ketika bayi memiliki barat badan normal. Mereka rata-rata kelahiran pada 1980 di Kanada.
"Beberapa dari mereka yang lahir dengan berat badan rendah akan mengalami transisi menuju kedewasaan dan menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif. Meski, pendidikan dan pendapatan mereka yang terlalu berbeda dengan yang lain," catat Goddeeris. Studi ini telah dipublikasikan pada jurnal Pediatrics.
Bayi Musim Panas Lebih Sehat ?
CUACA atau musim saat si buah hati dilahirkan turut memengaruhi kemampuan tubuhnya untuk menangani serangan penyakit. Dari percobaan terhadap tikus, setidaknya didapatkan alasan mengapa orang yang lahir pada musim dingin lebih cenderung berisiko terhadap beberapa gangguan neurologi seperti depresi bipolar dam skizofrenia.
"Untuk itu, kami pun mengukur lamanya hari dan perubahan perilaku kita sesuai dengan musim. Kami pun memantau apakah faktor tersebut bisa memengaruhi perkembangan kemampuan biologis tubuh," kata profesor ilmu biologi Universitas Vanderbilt Douglas McMahon.
Tim itu menemukan bahwa gen tikus yang dilahirkan pada musim dingin bekerja lebih lambat jika dibandingkan dengan bayi tikus yang lahir di musim panas. Selain itu, tikus yang lahir di musim panas perilaku dan kesehatannya lebih stabil hinggga satu hari, sedangkan tikus yang dilahirkan pada musim dingin tingkat staminanya bervariasi.
Studi terbaru ini bisa meningkatkan kemungkinan variasi musim bisa memengaruhi kepribadian manusia. "Penting untuk ditekankan bahwa meski terdengar astrologi, tapi sebenarnya tidak ini merupakan hal biologis," kata McMahon. Studi ini telah dipublikasikan pada 5 Desember 2010 di jurnal Nature Neuroscience. (Pri/OL-06)